Rabu, 28 November 2012

PENGERTIAN PUISI DAN CARA MENULIS PUISI








NURHALIM HAFIS
1.    Pengertian puisi:
-Puisi merupakan ungkapan perasaan atau pikiran dalam bentuk rangkian kata-kata.
-Puisi: karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata (kias) imajinatif,
-Puisi: suatu bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan secara imajinatif
-Puisi:  pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan efek keindahan
Sedangkan prinsip dasar dari puisi adalah berkata sedikit tapi besar makna.
2.    Unsur puisi
Secara sederhana  puisi terdiri dari kata, larik, bait bunyi dan makna. Kelima unsur ini sangat mempengaruhi keutuhan dari sebuah puisi.
a.    Kata: unsure yang paling utama, terbentuknya puisi. Pemilihan kata yang tepat sangat mempengaruhi  keindahan dari suatu puisi dan sangat menentukan kesatuan dan keutuhan unsure-unsur yang lain. Kata yang dipilih kemudian dibentuk menjadi sebuah larik.
b.    Larik: satuan dari kata. Bisa satu kata atau satu kalimat. Jumlah kata dalam satu larik tidak dibatasi.
c.    Bait: merupakan kumpulan larik yang tersusun harmonis. Bait sangat menentukan satu keutuhan makna dan sinkoronisasi makna dan kata tiap larik.
d.   Bunyi: dibentuk oleh rima dan irama. Rima (bunyi) yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait. Sendang kan irama(ritme) adalah pergantian tinggi rendah, panjang pendekdan keras lembut ucapan bunyi
e.    Makna: unsur tujuan dari pemilihan kata, larik dan bait. Makna dapat kita pahami sebagai sebuah pesan dan isi dari suatu puisi.

3.    Secara sturuktur puisi dibedakan menjadi dua:
a.     Struktur batin: hakikat dari sebuah puisi:
·      Tema
·      Rasa : tema dan rasa sangat berhubungan erat sehingga tampak muncul latar belakang psikologis seorang puisi: kondisi yang sedang dirasakan, latar belakang agama, pendidikan, pengalaman dll.
·      Nada: bunyi
·      Amanat/tujuan/maksud
b.    Sturuktur fisik :metode puisi
·      Wajah puisi: bentuk puisi, pengaturan baris tepi kanan, kiri, tengah
·      Kata: penggunaan kata-kata untuk pengalaman indrawi (pancar indra). Kata- kata yang bersifat konkrit memudahkan pembaca masuk kedalam puisi tersebut.
·      Symbol: penggunaan symbol memungkinkan pembaca mampu berimajinasi. “salju, gerhana, bulan, air, batu,dll”.



4.         Cara  menulis puisi
a.       Cari tema puisi yang ingin kita buat.
Apakah tema alam, tuhan, ibu atau sahabat.
b.      Gunakan potensi hati untuk berkerja.
Potensi hati dapat digambarkan bagaimana kondisi atau suasana hati ketika itu. Apakah sedih atau senang. Perlahan-lahan jangan dipaksa.
c.       Bisa memanfaatkan suasana lingkungan. Duduk ditempat yang menyenangkan bagi kita. Dibawah pohon, diteras rumah, didalam kamar.dll.
d.      Mulailah bermain dengan dunia imajinasi. Bayangkan seolah-olah kita sedang masuk kedalam apa yang kita bayangkan. Kita ingin menulis tentang ibu. Berimajinasilah dengan membayangkan wajah ibu. Pengorbanan ibu. Kasih sayang ibu. Deskripsikan/gambarkan dengan perlahan-lahan santai dan tidak perlu tergesa.
e.       Ungkaplah apa yang sudah kita rasakan, pengolahan hati sangat menentukan kata-kata yang dihasilkan.
f.       Jangan terlalu terburu-buru mengedit untuk menghapus kalimat yang tidak menarik, biarkan sampai akhir dalam menulis.


5.         Bagaimana mencipatkan rasa/minat menulis:
a.    Puisi itu membutuhkan hati dan logika. Tetapi yang lebih banyak berkerja adalah hati. Logika hanyalah bagian kedua untuk menyempurnakan kalimat yang dirangkai. Saat hati sudah berbicara maka akan terujudlah yang namanya ungkapan perasaan dan kemudian kita kenal dengan puisi.
b.    Semua orang bisa menjadi ahli dalam puisi atau cerpenis, hanya saja kita tidak/kurang yakin dengan kemampuan yang kita miliki.
c.    Semua orang punya potensi untuk membuat satu/lebih puisi yang indah, yang kita butuhkan dalam hal ini adalah bagaimana kita bisa mengolah kata-kata menjadi untaian kata mutiara/ungkapan hati yang menarik.
d.   Kita harus membiasakan bagaiamana cara untuk menulis yang baik, dengan memperbanyak membaca buku, memperbanyak membaca puisi/cerpen orang lain.



6.         Tujuan menulis
a.    Untuk meciptakan satu karya yang bernilai.
b.    Untuk menuangkan perasaan dalam bentuk lembaran-lembaran kertas.
c.    Untuk mengenalkan diri kita kepada orang lain jika kita punya satu potensi untuk menulis.




7.         Beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang penulis:
a.    Jangan malu dengan hasil karya yang kita buat
b.    Yakin jika bisa, Jangan pernah berpikir jika kita lemah.
c.    Berlatih
·      Mengirim tulisan kemedia masa, tetapi jika tidak dimuatkan jangan cepat menyerah kita masih dalam proses belajar menulis.
·      Menulis biografi diri sendiri/ catatan harian/ perjalanan hidup/aktifitas harian
d.   Kenali manfaat dari menulis
e.    Jangan mudah berputus asa jika kita belum menemukan kata-kata yang menarik.






Penulis peisi             rasa (perasaan),Imajinasi(menggambarkan),  Logika(memaknai)


   

1.      Bagaimana mewujudkan rasa?
Ini berhubungan dengan kondisi hati kita ketika itu, apakah perasaan kita ketika itu sedang sedih, senang, suka, duka, derita, bahagia dll. Rasa (perasaan) tidak bisa dibuat-buat. Ianya timbul dengan sendiri, ianya asli datang secara natural/alami. Jangan dipaksa.
2.      Jika dipaksa?
Sering kali seorang penulis puisi terbelenggu ide-idenya, karena apa? Karena mereka terlalu memaksa rasa untuk muncul. Memaksa untuk menghadirkan ide-ide dari rasa yang datang tidak secara natural, akibatnya seorang penulis puisi akan kesulitan menemukan kata-kata atau ide-ide dan jika  puisi yang dihasilkan nantinya tidak juga tampak natural (tampak dipaksa kata-katanya) hingga hasilnya tidak maksimal.
3.      Bagaimana meujudkan imajinasi?
Imajinasi berhubungan erat dengan rasa (perasaan)
4.      Bagaimana masuk kedalam dunia imajinasi?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar